Sudah taukah anda mengenai bagaimana pengobatan diabetes melitus secara medis itu? Banyak orang masih belum memahami tentang cara pengobatan diabetes melitus secara medis.

Alasan mengapa banyak orang belum paham betul dengan metode pengobatan diabetes melitus secara medis adalah karena banyaknya jenis obat medis yang digunakan.

Jika anda ingin mempelajari tentang seperti apa saja jenis-jenis obat yang digunakan di dunia medis untuk mengatasi penyakit DM, maka anda bisa mendapatkan informasinya di artikel ini.

2 Macam Jenis Pengobatan Diabetes Melitus Secara Medis

Di dalam dunia medis, penyakit diabetes melitus biasa ditangani dengan menggunakan 2 macam cara.

Cara pertama disebut dengan pengobatan non farmakoligis sedangkan cara kedua disebut dengan pengobatan farmakologis.

Apa yang membedakan kedua jenis pengobatan diabetes melitus secara medis tersebut? Mari pelajari perbedaannya.

 

Apa Itu Pengobatan Non Farmakologis Untuk Penyakit Diabetes Melitus?

Pengobatan non farmakologis adalah metode pengobatan yang biasanya disarankan oleh dokter setelah seseorang dinyatakan menderita penyakit diabetes melitus.

Pengobatan non farmakologis ini adalah metode khusus untuk mengatasi penyakit diabetes melitus tanpa menggunakan obat jenis apapun.

Berikut ini adalah tindakan yang harus dilakukan oleh penderita diabetes melitus untuk mengatasi penyakit yang dideritanya menggunakan metode non farmakologis:

• Mengatur pola makan

• Tidak merokok dan tidak minum minuman yang mengandung alkohol

• Menurunkan berat badan

• Olahraga secara teratur

Pengobatan non farmakologis yang dilakukan secara disiplin dan teratur akan sangat membantu mengontrol penyakit diabetes melitus.

Namun meskipun efektif digunakan untuk mengontrol penyakit DM, masih cukup banyak penderita DM yang kesulitan mendisplinkan diri untuk melakukan pengobatan non farmakologis ini.

Jika penderita DM gagal mengontrol penyakit yang dideritanya menggunakan metode non farmakologis, maka barulah dokter menyarankan untuk mulai menggunakan pengobatan farmakologis.

Pengobatan Farmakologis Untuk Mengatasi Penyakit Diabetes Melitus

Ya, ketika penderita diabetes melitus gagal mengontrol penyakit yang dideritanya menggunakan pengobatan non farmakologis, maka selanjutnya mereka harus mulai menggunakan pengobatan farmakologis.

Pengobatan farmakologis bisa dikatakan sebagai metode pengobatan diabetes melitus secara medis yang paling banyak digunakan. Karena memang cara ini tidak membutuhkan disiplin yang tinggi seperti metode non farmakologis.

Namun ada beberapa hal yang perlu diingat ketika penderita DM mulai menggunakan pengobatan farmakologis untuk mengatasi penyakit yang dideritanya. Pertama, penderita DM wajib meminum obat medis yang disarankan dokter dengan dosis yang sesuai.

Meminum obat medis dengan dosis yang tidak tepat dapat membahayakan kondisi kesehatan anda sendiri.

Kedua, meskipun pengobatan farmakologis ini tidak membutuhkan disiplin tinggi seperti metode pengobatan non farmakologis, namun penderita DM sebaiknya tetap rutin meminum obat-obatan medis yang disarankan oleh dokter.

Lalu apa saja jenis obat-obatan medis yang umumnya digunakan dalam pengobatan farmakologis pada penderita DM ini? Berikut ini adalah beberapa jenis obat medis yang sering digunakan untuk mengontrol penyakit diabetes melitus:

• Jenis Sulfonylurea

Obat jenis sulfonylurea ini berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah dengan cara meningkatkan produksi hormon insulin. Obat ini hanya bermanfaat untuk penderita DM yang belum mengalami kerusakan pada organ pankreasnya.

Obat ini tidak disarankan dikonsumsi oleh penderita DM tipe 1 dan juga penderita DM yang memiliki masalah kelebihan berat badan. Obat ini sebaiknya tidak dikonsumsi di malam hari sebelum tidur.

Karena ada kemungkinan penderita DM dapat mengalami hipoglikemia saat tertidur setelah meminum obat ini.

• Jenis Biguanid

Obat jenis biguanid ini berfungsi untuk merangsang sel-sel di dalam tubuh agar peka terhadap hormon insulin. Obat ini sering diberikan pada penderita DM yang memiliki masalah kelebihan berat badan.

Namun penggunaan obat jenis biguanid ini memiliki efek samping seperti gangguan pencernaan. Oleh sebab itu, disarankan mengkonsumsi obat biguanid dengan dosis rendah terlebih dahulu di awal pemakaiaannya.

• Jenis Acarbose

Obat jenis acarbose ini berfungsi untuk memperlambat proses perubahan karbohidrat menjadi glukosa di dalam tubuh. Obat jenis acarbose ini sangat cocok dikonsumsi oleh penderita DM yang masih sering mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat yang terlalu tinggi.

Obat ini juga sangat disarankan dikonsumsi oleh penderita DM yang memiliki kadar gula darah puasa lebih dari 180 mg/dl. Obat jenis acarbose ini tidak cocok dikonsumsi oleh penderita DM dengan usia di bawah 18 tahun.

• Insulin

Insulin buatan adalah jenis obat yang digunakan oleh penderita DM yang sudah mengalami kerusakan pada organ pankreasnya.

Fungsi dari insulin buatan ini adalah menggantikan fungsi dari hormon insulin yang sudah tidak bisa lagi diproduksi oleh tubuh.

 

Kapan Penderita DM Dinyatakan Membutuhkan Suntikan Insulin Buatan?

Penggunaan suntikan insulin buatan terkadang memang sering membuat penderita diabetes melitus kebingungan. Berikut ini adalah saat yang tepat bagi penderita DM untuk mendapatkan suntikan insulin buatan sebagai pengobatan diabetes melitus secara medis:

• Penderita DM yang sedang mengalami komplikasi gangren atau pembusukan

• Penderita DM yang sedang mengalami kondisi ketoasi dosis atau koma

• Penderita DM gestasional yang pola makannya tidak teratur

• Penderita DM yang sudah mengalami komplikasi pada organ hati dan ginjal

• Penderita DM yang sudah gagal menggunakan obat-obatan dalam bentuk tablet

• Penderita DM yang mengalami penurunan berat badan secara drastis

• Penderita DM tipe 1 yang sudah tidak bisa lagi memproduksi hormon insulin

Apakah Suntikan Insulin Buatan Juga Memiliki Efek Samping?

Suntikan insulin buatan memang memiliki efek samping yang perlu diwaspadai oleh penderita DM. Berikut ini adalah beberapa efek samping dari penggunaan suntikan insulin buatan sebagai pengobatan diabetes melitus secara medis:

• Penderita DM berpotensi mengalami hipoglikemia jika dosis suntikan insulin buatan tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tubuh

• Edema insulin

• Munculnya masalah alergi gatal-gatal pada kulit

• Munculnya masalah lipoatrofi (kulit tempat penyuntikan insulin menjadi cekung)

• Berpotensi mengalami aterosklerosis atau penyempitan dan pengerasan saluran pembuluh darah

Dikarenakan suntikan insulin buatan dapat menyebakan beberapa macam efek samping, maka penggunaan pengobatan diabetes melitus secara medis ini perlu digunakan secara hati-hati.

Perlu anda ketahui juga bahwa semua cara pengobatan diabetes melitus secara medis ini hanya mampu anda dalam mengontrol penyakit DM agar tidak semakin parah. Pengobatan diabetes melitus secara medis sebenarnya belum mampu mengatasi penyakit DM sampai tuntas.