Gula darah tinggi merupakan salah satu kondisi yang dapat mengisyaratkan ketidak normalan. Jika kadar gula darah ini semakin tinggi dan tidak bisa terkontrol, maka bisa jadi diabetes.

Penyebab kadar gula darah tinggi ini terkait dengan hormon insulin. Faktor yang menjadi penyebab gula darah tinggi bisa merupakan karena genetik ataupun karena faktor lingkungan yang tidak sehat.

Berapa kadar gula darah yang normal?

Gula darah yang normal bisa menjadi salah satu tanda bahwa kita sehat. Namun, kadar gula darah itu harus stabil dari waktu ke waktu. Itu artinya, organ-organ tubuh bekerja sesuai dengan yang seharusnya.

Kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah serius. Jika tingginya gula darah ini dibiarkan berlarut-larut, maka akan mengundang berbagai komplikasi pada organ tubuh vital.

Kadar gula darah pada saat berpuasa dan tidak akan berbeda. Setelah berpuasa 8 jam, normalnya kadar gula darah adalah antara 70 – 110 mg/dl. Setelah makan 2 jam, normalnya adalah di bawah 200 mg/dl.

Perbedaan itu dikarenakan setiap ada makanan masuk, maka ada glukosa yang masuk. Dari makanan tersebut, glukosa siap untuk diedarkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Makanya, dalam darah terjadi peningkatan kadar gula.

Peningkatan kadar gula karena makanan adalah normal, jika masih dalam ambang batas. Namun, jika kenaikan kadar gula darah lebih dari yang seharusnya, maka patut dicurigai terjadi kelainan.

Mengapa kadar gula darah bisa tidak stabil?

Jika gula darah normal, itu artinya semua organ tubuh yang terkait berfungsi seperti seharusnya. Namun, jika kadar gula darah tidak terkontrol, bisa jadi ada kelainan pada gula darah itu.

Sebelum dilakukan penanganan yang lebih lanjut, harus terlebih dahulu dicari penyebab kadar gula darah tinggi. Gula darah sangat berhubungan erat dengan insulin. Insulin mempunyai tugas untuk memasukan gula dari darah ke dalam sel tubuh.

Ketika gula darah meningkat tajam, maka ada masalah yang berhubungan dengan insulin. Masalah itu bisa terjadi pada produsen insulin (pankreas) atau bisa juga masalah itu ada pada insulin itu sendiri.

Masalah yang terjadi pada pankreas biasanya terjadi pada penderita diabetes tipe 1. Pankreas penderita tidak mampu menghasilkan insulin, sehingga harus disuntik oleh insulin dari luar.

Masalah yang terjadi pada insulin biasanya terjadi pada penderita diabetes tipe 2. Insulin diproduksi dengan porsi cukup seperti seharusnya. Namun, insulin yang diproduksi resisten sehingga tidak mampu mengangkut gula darah.

Tanpa adanya insulin, mustahil gula yang ada di dalam darah masuk ke dalam sel untuk dijadikan energi. Itulah mengapa, salah satu gejala diabetes adalah penderita merasa lelah berkepanjangan.

Dapat disimpulkan, bahwa secara umum penyebab gula darah tinggi adalah karena adanya masalah di insulin. Masalah itu baik pada pabrik insulinnya, maupun pada insulin yang resisten karena reseptor tertutup lemak.

Bagaimana bahaya gula darah tinggi?

Bahaya kadar gula tinggi mungkin jarang diketahui oleh masyarakat luas. Bahkan, orang yang sudah terkena diabetes pun terkadang mengabaikan hal ini. Kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol sangat berbahaya.

Bahaya yang paling utama adalah munculnya berbagai komplikasi dan masalah pada organ-organ vital. Beberapa organ vital yang biasa dihubungkan dengan diabetes antara lain ginjal, jantung, mata, saraf, gigi dll.

Lebih bahaya lagi jika diabetes ini tidak disadari. Ada sekitar 50% penderita yang tidak sadar bahwa mereka sebetulnya mengidap diabetes. Alhasil, baru diketahui saat sudah terlambat dan menyebabkan berbagai komplikasi berbahaya.

Penyakit ini dijuluki silent killer atau pembunuh diam-diam. Tidak heran, seseorang yang tidak sadar dirinya diabetes bisa tiba-tiba mengalami kondisi yang fatal. Bahkan, tingkat kefatalan itu bisa mengantarkan seseorang pada kondisi koma.

Proses transportasi gula darah yang terhambat dan mengalami gangguan, menyebabkan gula membanjiri darah. Dengan demikian, kadar gula tinggi dalam darah tidak bisa lagi dihindari.

Kenapa terjadi gangguan transportasi gula darah

Kita ibaratkan gula adalah sebuah bahan bakar energi. Bahan bakar ini harus dibawa ke tempat pemrosesan (sel tubuh) untuk bisa jadi energi. Gula yang ada dalam darah itu harus diangkut ke dalam sel untuk bisa diproses.

Untuk bisa mengangkut, tentu dibutuhkan suatu kendaraan yang khusus fungsinya. Masalah bisa terjadi karena kendaraannya rusak, atau produsen kendaraan tidak lagi berproduksi.

Kendaraan yang dimaksud dalam sistem transformasi gula ini adalah insulin. Produsen “kendaraan” insulin ini adalah pankreas. Tingginya gula dalam darah karena ada masalah pada proses pengangkutan oleh kendaraan ini.

Efek yang dihasilkan akan sama antara kerusakan pada “kendaraan” insulin, maupun produsen (pankreas) tidak berproduksi. Hasilnya adalah lonjakan kadar gula darah karena gula terus masuk melalui makanan, namun tidak tersalurkan secara benar.

Bagaimana kehidupan sehari-hari penderita diabetes?

Seorang penderita diabetes dapat hidup secara normal seperti orang-orang pada umumnya. Namun, pengontrolan terhadap kadar gula adalah suatu hal yang mutlak untuk dilakukan.

Pemeriksaan kadar gula darah akan memastikan seseorang tidak memiliki kadar gula tinggi. Pengontrolan yang benar akan membuat kadar gula darah stabil.

Kontrol terhadap gula darah harus didukung dengan hal-hal konkrit seperti merubah gaya hidup dan berolahraga. Gaya hidup yang buruk mempunyai peranan yang sangat dominan pada angka kejadian diabetes melitus.

Bagaimana gula darah bisa melonjak pada penderita diabetes tipe 1 dan 2

Diabetes tipe 1 dan 2 merupakan jenis diabetes yang paling sering terjadi dan terkenal. Walaupun ada diabetes lainnya, namun kedua inilah yang sangat berbahaya. Penjelasan penyebab gula darah tinggi hanya akan difokuskan pada diabetes tipe 1 dan 2 saja.

Penyebab tingginya gula darah pada diabetes tipe 1

Pada diabetes tipe 1, diabetes disebabkan oleh kerusakan pada pankreas. Pankreas adalah produsen insulin yang akan mengangkut gula dari darah ke sel. Ketika pankreas rusak, maka insulin tidak lagi bisa diproduksi.

Jika insulin tidak lagi diproduksi, maka tidak akan ada lagi “kendaraan” yang akan mengangkut gula dari darah ke dalam sel tubuh. Akibatnya, darah akan kebanjiran gula karena tidak tersalurkan.

Penyebab tingginya gula darah pada diabetes tipe 2

Produksi insulin pada diabetes tipe 2 berjalan baik seperti seharusnya. Namun, insulin yang diproduksi tidak mampu mengangkut gula ke dalam sel. Hal itu dikarenakan insulin mengalami resisten, reseptor tertutup lemak.

Pada diabetes tipe 2 tidak terjadi kerusakan pankreas. Namun, jika gula darah tinggi tidak terkontrol dalam jangka waktu lama, lama kelamaan pankreas akan rusak juga. Pada akhirnya, kondisi sama dengan diabetes tipe 1 yang tidak mampu memproduksi insulin.

Penyebab kerusakan pankreas dan ketidakmampuan insulin dalam mengangkut gula

Kerusakan pankreas dan ketidakmampuan insulin mengangkut gula bisa disebabkan oleh beberapa hal. Inilah beberapa poin yang mungkin bisa menjadi penyebab terjadinya diabetes tipe 1 dan 2 :

•    Terjadi serangan virus pada pankreas yang bisa mengganggu fungsi pankreas. Bahkan bisa menghilangkan fungsinya sama sekali

•    Menyusutnya sel-sel yang ada di pankreas. Sel ini berfungsi sebagai produsen insulin

•    Mengalami penyakit otoimun, salah satunya adalah lupus

•    Mengalami penyakit degeneratif, beberapa diantaranya adalah kanker dan penyakit jantung

•    Obesitas yang menyebabkan penurunan sensitivitas sel

•    Kehamilan

Obat diabetes – apa bisa menyembuhkan diabetes?

Ketika dokter mendiagnosis seseorang terkena penyakit diabetes, dokter akan memberikan berbagai macam obat. Perlu dipahami, obat yang diberikan dokter itu tidak menyembuhkan penyakit diabetes.

Fungsi dari obat tersebut adalah untuk menstabilkan gula darah saja. Obat tersebut tidak dapat menyembuhkan secara tuntas penderita diabetes.

 

Seberapa penting dan bagaimana mengukur gula darah?

Gula darah tinggi bisa diketahui dengan cara melakukan pengukuran terhadap gula darah. Dengan mengukur kadar gula darah, maka jika terjadi lonjakan atau ketidak stabilan bisa dengan cepat diatasi.

Pengukuran gula darah bisa dikatakan sangat vital bagi penderita diabetes. Tidak stabilnya gula darah penderita diabetes, memungkinkan perubahan kadar gula dalam waktu yang begitu cepat.

Jika pada pagi hari gula darah normal, tidak menutup kemungkinan pada siang hari atau sore hari kadar gula darah telah berubah secara drastis.

Bagaimana melakukan pengukuran gula darah?

Gula darah dapat diukur oleh alat khusus. Pemeriksaan di laboratorium bisa lebih akurat. Biasanya, pemeriksaan ini direkomendasikan saat pertama kali mengunjungi dokter. Namun jika tidak mau ribet, bisa digunakan alat yang bisa digunakan di rumah.

•    Menggunakan strip

Bentuk alat ini berupa strip. Orang yang ingin diperiksa hanya perlu meletakan setetes darahnya di atas strip uji. Perhatikan, jangan sampai jari menyentuh senyawa kimia yang ada di atas strip itu. Lihatlah, bagaimana perubahan warna yang terjadi atas reaksi darah dengan senyawa kimia itu. Samakan dengan indikator warna yang dilampirkan pada kemasan.

•    Menggunakan meteran

Meteran gula darah mungkin lebih akurat karena menunjukkan angka-angka pasti dimonitor. Cara pemeriksaan dengan menggunakan meteran adalah dengan meletakkan setetes darah pada lembar uji. Lembar uji tersebut kemudian dimasukkan pada socket alat meteran. Pada monitor akan diketahui berapa kadar gula darah.

Seberapa sering pemeriksaan kadar gula harus dilakukan?

Seperti yang diungkapkan di atas, kondisi yang sudah parah memungkinkan perubahan menjadi gula darah tinggi secara signifikan. Pada penderita diabetes tipe 1 biasanya dilakukan pemeriksaan antara 2 – 4 kali sehari. Pada beberapa orang, kadang bisa sampai 6 kali, obat tradisional gula darah naik pun dapat menjadi alternatif saat terjadi lonjakan kadar gula darah.

Pada penderita diabetes tipe 2 pemeriksaan bisa dilakukan sesuai tingkat keparahan. Bisa dilakukan sehari sekali, seminggu dua kali dll. Dokter akan memberikan jadwal untuk pemeriksaan gula darah. Semakin stabil kadar gula darah, maka semakin jarang penderita melakukan pemeriksaan kadar gula darah.

Kenapa harus sering memeriksa gula darah?

Pemeriksaan yang rutin dapat mencegah kadar gula darah tinggi tidak diketahui. Begitu gula darah meninggi, harus segera dilakukan penanganan. Jika diperiksa secara berkala, keadaan ini akan sangat muda diketahui dan dilakukan tindakan.

Kadar gula darah terlalu tinggi (hiperglikemia) ataupun terlalu rendah (hipoglikemia) merupakan keadaan yang darurat. Keadaan ini harus segera mendapatkan penanganan. Penanganan yang telat dilakukan bisa sangat fatal. Salah satu kesalahan fatal yang bisa terjadi akibat telatnya penanganan adalah kondisi koma.